Janji Anggota DPR RI Tidak Ada Pemadaman Listrik Hanya Isapan Jempol

PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Janji anggota DPR RI Ismail Bachtiar yang menjamin tidak ada pemadaman listrik bergilir di wilayah Sulawesi Selatan, mulai tanggal 5 September 2026, hanya isapan jempol belaka, faktanya sampai hari ini pemadaman listrik secara bergilir masih berlangsung di Kota Parepare.

Dalam unggahan di salah satu media sosial, Ismail, menjamin mulai tanggal 5 September 2026, tidak ada lagi pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Selatan. Anggota DPR RI dari Partai Keadilan sosial mengakui telah melakukan kordinasi dengan jajaran direksi PT PLN, dan memastikan tidak akan ada lagi pemadaman Listrik bergilir di Sulawesi Selatan.

Akibat janji yang diumbar oleh oknum aggota DPR RI tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kota Parepare, pasalnya janji tersebut tidak terealisasi karena pemadaman listrik masih berlangsung secara bergilir setiap hari hingga penghujung bulan Oktober 2026.

Menyikapi keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik secara bergilir yang berlangsung setiap hari, memicu DPC Pemuda Pancasila melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor PLN UP3 Parepare, Senin, 28 September 2026.

Aksi unjuk rasa DPC Pemuda Pancasila yang dipimpin langsung oleh ketua DPC Pemuda Pancasila Kota Parepare menuntut tranparansi PLN akibat pemadaman bergilir sekaligus kompensasi pemotongan pembayaran listrik yang jelas serta evaluasi pelayanan diumumkan secara terbuka.

Menyikapi tuntutan massa, Manager UP3 Parepare M. Akbar dihadapan puluhan pendemo menjelaskan kronologi pemadaman bergilir yang melanda Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara sejak awal September. Pemicunya dari PLTU Jeneponto yang mengalami kerusakan mendadak, memaksa PLN melakukan pemeliharaan berkala.

“Awal September masyarakat masih merasakan pemadaman 4 sampai 5 jam. Setelah tanggal 5, durasi turun jadi 2 sampai 3 jam dan proses perbaikan terus berjalan,” terang Akbar

Untuk mempercepat tidak terjadi lagi pemadaman listrik, PLN telah menyiapkan langkah percepatan yakni, perbaikan PLTU Jeneponto, penambahan kapasitas pembangkit hingga 600 MW, optimalisasi pembangkit cadangan dan manajemen debit air PLTA di Bakaru dan Poso yang terdampak El Nino.

Aksi unjuk rasa yang berakhir dengan dialog, Pemuda Pancasila merumuskan 7 resolusi bersama:
– Dorong peningkatan pasokan listrik di Kota Parepare.
– Bangun komunikasi terbuka antara PLN dan masyarakat.
– Sediakan mekanisme informasi pemadaman yang komprehensif.
– Percepat penanganan gangguan dan pemulihan sistem.
– Sampaikan informasi terstruktur ke seluruh masyarakat.
– Hindari kesalahpahaman antara PLN dan pelanggan.
– Dorong penyelesaian lewat dialog berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *