PINRANG — BERITA REVOLUSI ~ Diduga karena ingin menghadirkan pejabat lingkungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan,pada acara maulid, SD Negeri 13 Pacongan,diduga tega membebani biaya kepada murid murid yang ada di sekolah itu ” Untuk acara maulid Setiap orang tua atau wali Murid dibebani Rp50 ribu ” kata seorang orang tua murid,saat menghubungi media ini,Selasa 29 September 2026
Sementara untuk murid murid yang ada di sekolah itu kata dia dibebankan biaya Rp1000 perhari ” Jadi murid murid disuruh nyicil hingga cukup Rp15 ribu per murid ”
Pihak sekolah mengklaim uang hasil patungan murid bersama walinya ini digunakan untuk membiayai acara maulid di sekolah tersebut ” Rencananya akan mengundang Pejabat Dikbud bersama pejabat pejabat lain “.
Wali murid yang enggan disebut identitasnya ini mengaku kebijakan itu tidak pernah dibahas dalam rapat komite ” Tidak pernah ada rapat membahas ini dengan melibatkan komite sekolah “.
Menanggapi polemik ini,kordinator IndonesiaTimur Coruption Watch ( ITCW) Jasmir L Laintang mengaku miris dengan kondisi sekolah tersebut ” Jika pihak sekolah tidak mampu, kegiatan itu tidak usah dilaksanakan secara mewah”
Apalagi kata dia, sampai membebani biaya kepada murid dan walinya ” Kondisi ekonomi wali murid tidak semua sama ”
Menurut dia,masih ada wali murid yang berada di level ekonomi menengah ke bawah ” Uang sebesar itu, tentu menjadi beban tersendiri bagi wali murid “.
Dia mengilustrasikan, jika di sekolah itu terdapat 200 siswa, Maka uang yang terkumpul mencapai Rp10 juta ” Belum lagi cicilan murid yang dibayar tiap hari “.
Padahal menurut dia esensi dari maulid nabi Bukan untuk bermewah mewahan ” Tetapi untuk meneladani sifat dan kehidupan Nabi Muhammad saw ”
Hingga berita ini dimuat,belum ada konfirmasi dari pihak SD Negeri 13 Pacongan.





