PINRANG — REVOLUSI NEWS ~ Parkir menjadi salah satu Pendapatan Asli Daerah yang diatur melalui Dinas Perhubungan dan Pertanahan Kabupaten Pinrang. Namun dalam penerapannya, metode perparkiran di daerah ini terkesan sembrawut dan masih terdapat oknum-oknum parkir liar.
Wawan (32) warga kelurahan Penrang kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang menuturkan, begitu banyak tukang parkir yang berjejer di kota Pinrang, dan kebanyakan tidak menggunakan karcis,” Coba kita ke kota, tukang parkir berjejeran hampir tidak ada tempat yang bebas dari parkir, dan rata-rata tidak ada karcisnya,” tuturnya.
“Mungkin cuma berbekal rompi parkir, dan seenaknya memungut retribusi parkir tanpa ada karcis,” timpah Lukman, warga lainnya yang tinggal di jalan Sultan Hasanuddin kota Pinrang.
Sementara kondisi lain tentang parkir ini dikeluhkan oleh perempuan paruh baya bernama Mustika (47), warga kelurahan Maccorawalie, dirinya mengeluhkan Parkir di RSU Lasinrang Pinrang. Tika sapaan perempuan ini menceritakan saat dirinya menjaga orangtuanya yang lagi sakit dan dirawat di ruang cempaka II. Dia harus terpaksa membayar parkir setiap kali keluar untuk keperluan lain. Menurut Tika, dirinya sempat disodorkan untuk membeli beberapa lembar karcis, namun dia menolak, karena menganggap dirinya menjadi keluarga yang menjaga pasien,” lebih parah parkir di Rumah Sakit Lasinrang, kita keluarga pasien harus membayar parkir selama disana, dan kita ditawarkan beli karcis beberapa lembar, tapi saya tolak karena sama ji juga,” cerita Tika.
Sementara warga lainnya Dedi (35) melihat kondisi yang ada di kota Parepare, oleh pihak kepolisian telah menindak parkir liar di wilayahnya. Dedi berharap, pemerintah dan aparat kepolisian di Pinrang juga melakukan langkah preventif ini,” Saatnya pemerintah daerah bersama pihak kepolisian Pinrang menindak parkir liar ini, karena sudah mulai membuat tidak nyaman,” harap Dedi.
Mencari data pembanding, saat mencari konfirmasi dari Kepala Dinas Perhubungan dan Pertanahan Kabupaten Pinrang H. Baktiar, tidak bisa dihubungi karena Ponselnya tidak aktif.
Hasil pantauan Media Revolusi News, disepanjang pusat kota Pinrang, hampir seluruh tempat menjadi lahan parkir. Mulai dari Alfamart, penjual Coto, bahan bangunan, toko sparepart hingga toko obat di tongkrongi tukang parkir. ***





