PAREPARE — BERITA REVOLUSI ~ Mundurnya Kepala Dinas ( Kadis ) Pendidikan dan Kadis Kesehatan Kota Parepare, Makmur Husain dan Rahmawati, salah satu indikator lemahnya Walikota Parepare dalam mengelola Pemerintahan Kota Parepare, Ini disampaikan Ketua LSM Gempar, H. Makmur Raona, S.H, Sabtu ( 17/01/2026 ).
Aktivis sekaligus pengacara ini memaparkan, mundurnya dua kepala Dinas secara mendadak, adalah indikator serius adanya masalah dalam tata kelola pemerintahan kota Parepare dan bisa menjadi sinyal kemahnya Walikota dalam mengelola pemerintahan.
“Fenomena mundurnya dua kepala dinas hampir bersamaan secara mendadak, menunjukkan tidak adanya solidaritas antara Walikota dan jajaran birokrasinya dan ketidak mampuan membangun team building,” kata Makmur.
Mundurnya Kadis Pendidikan dan Kadis Kesehatan memunculkan pemikiran spekulatif ditengah masyarakat Parepare yang bisa jadi benar atau salah, berkaitan dengan adanya tekanan atau intimidasi dari pihak kepala daerah, yang mencerminkan gaya kepemimpinan tidak sehat.
“Kedua Kadis yang mundur secara mendadak bisa menandakan bahwa beban kerja, target, atau tuntutan kepala daerah tidak realistis, atau tidak didukung dengan sumber daya yang memadai. Jadi beragam spekulasi opini muncul, karena fenomena ini bukan hal yang biasa,” ujar Makmur.
Meskipun klaim pihak Pemkot Parepare, mundurnya dua kepala Dinas tidak mengganggu kinerja birokrasi Pemkot Parepare. Namun penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis.
Sebagaimana di ketahui, Kadis Pendidikan Makmur Husain, mundur mendadak dengan alasan akan kembali menjadi guru. Sementara Rahmawati mundur karena ingin mengabdi sebagai pejabat fungsional.





