MAKASSAR – BERITA REVOLUSI~ Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan yang digelar 2 Juni 2026 yang diikuti lebih 400 peserta penuh dan peninjau, sebelumnya berlangsung ketat dan kompetitif dengan dua calon Ketua PWI Sulsel yakni, Amrullah Basri dan Suwardi Tahir.
Sebelum proses pemungutan suara digelar, kedua calon di beri kesempatan untuk melakukan musyawarah, sehingga akhirnya disepakati mandat di percayakan kepada Suwardi Tahir. Ini, setelah Amrullah Basir menyatakan mengundurkan diri dan mendukung Suwardi Tahir sebagai calon ketua PWI Sulawesi Selatan periode 2026 – 2031.
Keputusan peserta konferensi PWI Sulsel dengan wajib pilih sekira 305 secara bulat menyatukan suara secara aklamasi kepada Suwardi Tahir sebagai ketua PWI Sulsel 2026 2031, mendapat apresiasi positif dari pengurus PWI pusat dan diharapkan jadi panutan untuk proses konferensi mendatang baik tingkat daerah provinsi maupun pusat.
Namun Keputusan aklamasi itu tidak terjadi begitu mudanya tanpa kehadiran figur sentral pada perhelatan lima tahunan PWI Sulsel yang di gelar di Tower Graha Pena Makassar, dua hari lalu.,
Saat itu, belum banyak peserta yang tahu, tapi tim sukses Amrullah maupun Suwardi sudah bisa menebak jika figur Sentral tersebut adalah Faisal Palapa atau sering disapa dengan panggilan Ical adalah sekretaris PWI Sulsel Periode 2021 – 2026. Sekaligus panitia pelaksana Konferensi PWI Provinsi Sulawesi Selatan 2026.
Saat kedua kandidat diberi kesempatan oleh SC bermusyawarah, Faisal kemudian jadi fasilitator dan keduanya digiring ke dalam salah satu ruangan di Graha Pena.
Musyawarah saat itu hanya berlangsung sekira 7 menit, keduanya muncul di ruang konferensi, kemudian Amrullah naik ke podium dan menyatakan mengundurkan diri dan mendukung Suwardi Tahir sebagai Ketua PWI Sulsel.
Ical memiliki hubungan emosional dengan kedua calon tersebut sekaligus memiliki kharisma dan simpatik dari pendukung kedua kubu, sehingga tidak sedikit perannya dalam menyatukan suara anggota tanpa melalui proses pemungutan suara atau voting.
Terlepas siapa figur sentral dibalik penyatuan anggota PWI Sulsel, tapi semua itu merupakan kesadaran anggota dan kandidat untuk legowo mendukung rivalnya sehingga sepakat aklamasi demi menghindari perpecahan internal, pun mengetahui jika Suwardi Tahir memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk membawa perubahan lebih baik dalam segala aspek pada organisasi Pers tertua ini.
Keputusan aklamasi memilih Suwardi Tahir, ini juga menandakan PWI Sulsel semakin membuktikan sebagai organisasi pemersatu jurnalis. Para anggotanya tidak mengedepankan ego masing masing, namun lebih mementingkan keutuhan Organisasi dibawah payung Persatuan Wartawan Indonesia provinsi Sulawesi Selatan.
Suwardi dalam sambutannya usai terpilih secara Aklamasi sebagai ketua PWI Sulsel 2026 – 2031 dengan mengusung misi perubahan berjanji akan menjadikan PWI Sulsel bukan sebagai organisasi pers ekslusif tetapi mengembalikan Marwah PWI sebagai organisasi pers inklusif.





