Dugaan Keterlibatan Mafia, Picu Kelangkaan BBM. Pertamina Abai?

PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Praktek pembelian Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dalam jumlah besar dengan berbagai modus yang diduga melibatkan mafia BBM, berakibat stok BBM bersubsidi khususnya jenis solar cepat habis sehingga memicu kelangkaan BBM.

Kelangkaan BBM bersubsidi khususnya jenis solar sudah berlangsung beberapa hari ini di Kota Parepare, Kabupaten Sidrap, Pinrang, Barru, Enrekang , Soppeng dan Kabupaten Wajo, memicu antrean panjang kendaraan di SPBU hingga ke jalan raya setiap hari.

Sementara pihak Pertamina maupun Hiswana Migas ( Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi ) abai atas sulitnya masyarakat umum mendapatkan BBM bersubsidi. Kedua pihak yang memiliki tanggung jawab atas rantai pasokan BBM, kompak menghindari pertanyaaan wartawan seputar kelangkaan BBM bersubsidi itu.

Pejabat sementara Fuel Terminal ( FT ) Pertamina Parepare, Salahuddin saat akan ditemui di ruang kerjanya, kamis ( 02/04/2026 ), tidak berada ditempat. sementara pejabat FT Pertamina Parepare yang berada di tempat, tidak bersedia memberikan komentar seputar langkanya BBM Subsidi.

Aksi diam juga dilakukan oleh Ketua DPC II Hiswana Migas, H. Ibrahim Mukti saat dimintai komentarnya, seputar sulitnya masyarakat memperoleh BBM bersubsidi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, tidak memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun kepada wartawan, Selasa ( 31/03)2026 ) mengatakan stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dalam level aman. ” Cadangan BBM dalam kondisi cukup,” katanya.

Sejumlah warga menyesalkan lemahnya pengawasan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, khususnya pejabat Fuel Terminal Parepare dalam rantai pasokan distribusi, sehingga diduga memberikan peluang kepada mafia BBM dalam melakukan aksi penimbunan BBM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *