PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Ratusan kendaraan mengular hingga beberapa kilometer untuk mendapatkan BBM, khususnya jenis solar bersubsidi. Ini menjadi pemandangan setiap hari di semua SPBU di Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan kota Parepare. Ditengarai akibat ulah mafia BBM yang diduga bekerja sama dengan pihak SPBU, sehingga Aparat Penegak Hukum diminta turun tangan.
Dugaan adanya mafia BBM utamanya jenis solar bersubsidi di SPBU, beroperasi dengan menggunakan sejumlah truck dengan tangki solar ganda dan modifikasi tangki hingga mencapai daya tampung ribuan liter.
Info yang diterima wartawan media ini dari beberapa warga menyebutkan, modus dugaan penyimpangan BBM bersubsidi khususnya jenis solar yakni, modifikasi tangki hingga mencapai daya tampung ribuan liter, serta beberapa mobil truck menggunakan tangki ganda, di layani oleh pihak SPBU, bahkan berulangkali mobil serupa setiap hari melakukan pembelian solar bersubsidi.
Modifikasi tangki dan adanya beberapa mobil truck melakukan pembelian solar bersubsidi secara berulang kali setiap hari, diduga adanya kolusi mafia BBM dengan pihak SPBU menimbun solar untuk dijual kembali ke industri.
Kendati Pertamina memperketat penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dengan menerapkan sistim pendaftaran subsidi dengan barcode. Namun hal itu disikapi oleh oknum mafia dengan menggunakan barcode warga secara bergantian untuk mengisi kendaraan penimbun.
Ketua Hiswana Migas, H. Ibrahim Mukti saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait masyarakat kesulitan memperoleh BBM subsidi terutama jenis solar, justru memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan.
Tidak adanya tindakan dari pihak pengelola SPBU dan Hiswana Migas, sehingga masyarakat mengharapkan agar Aparat Penegak Hukum ( APH ) turun tangan, fenomena ini mengakibatkan penerima manfaat BBM subsidi yakni, masyarakat kurang mampu dan nelayan serta petani kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi




