Diduga Pengelola Pasar Lakessi Abai Kebakaran Terjadi Hingga Asset Dipreteli

PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Timbulnya sejumlah masalah di Pasar Lakessi, mulai dari sejumlah asset pasar hilang akibat dipreteli orang yang tidak bertanggung jawab, hingga terjadinya kebakaran 3 hari lalu di duga dipicu abainya pengelola pasar Lakessi.

Sesuai informasi yang diterima media ini, ratusan meter kabel aliran listrik di lantai 3 pasar Lakessi, telah dipreteli dan yang tersisa hanya pembungkus, sementara isi dalam kabel tersebut berupa logam hilang, sehingga tidak ada aliran listrik ke lantai tiga.

Tiga hari lalu, tepatnya hari Rabu malam, 3 September 2025 kebakaran terjadi di pasar Lakessi, akibatnya 2 lods milik pedagang ludes terbakar.

Informasi yang dirangkum dari sejumlah sumber menyebutkan, kebakaran diakibatkan korsleting diduga berasal dari instalasi listrik yang rusak, kendati kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke pengelola pasar namun belum diperbaiki hingga terjadi kebakaran.

Salah satu yang diduga pemicu kebakaran, banyaknya sambungan luar, sehingga sambungan listrik yang tidak rapi dan sambungan aliran listrik ke beberapa lods dan lapak yang tidak menperhitungkan standar pemasangan sambungan.

Kepala Pasar Lakessi, Ambo Asse kepada media ini, Sabtu 6 September 2025 mengaku jika kabel aliran listrik di lantai 3 pasar Lakessi telah di curi dan telah di laporkan, namun pelakunya belum ditangkap.

“Sebelum kebakaran kami menemukan di sekitar lods yang terbakar itu, beberapa tumpukan kabel yang semrawut. Mengenai kabel di lantai 3 yang hilang telah dilaporkan ke Polresta Parepare,” ujar Asse.

Menyinggung mengenai abainya pengelola pasar sehingga terjadi beberapa masalah di pasar Lakessi, Asse mengaku jika dirinya sebagai kepala Pasar tidak abai, namun karena tidak jelasnya kewenangan kepala pasar sehingga sulit berbuat.

Mantan keamanan pasar Lakessi, Ruslan membenarkan jika di pasar Lakessi yang dominan terlibat mengatur pengelolaan pasar adalah kepala UPTD Pasar Lakessi.

“Terkadang kepala pasar sudah berikan instruksi kepada kami, namun ada juga perintah dari kepala UPTD. Sebenarnya kepala pasar sudah berikan kami tugas secara bergilir, namun meski bukan jam kerja, kami sering di panggil langsung kepala UPTD untuk mengerjakan tugas tanpa melalui kepala pasar” kata Ruslan.

Ruslan mengaku,dirinya memutuskan mengundurkan diri sebagai keamanan pasar karena tekanan dan beban kerja begitu padat. “Pak Asse itu baik dan mengerti kondisi anggotanya, tapi kami maklumi beliau tidak bisa berbuat banyak karena campur tangan pak Thamrin selaku kepala UPTD,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Perindag ) kota Parepare, Thamrin yang membawahi sebanyak 5 unit Pasar di kota Parepare, saat dihubungi via telpon WhatsApp, sementara terbaring di rumah sakit.

Saat Kepala Perindag Kota Parepare, Hj. Andi Wisnah di hubungi media ini terkait kondisi pasar Lakessi, tidak menanggapi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *