Interpelasi DPRD Parepare Mati Pucuk?

PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Rencana DPRD Parepare menggelar Interpelasi Walikota Parepare diambang mati Pucuk. Ini setelah pertemuan antara eksekutif dan legislatif yang digelar jelang penyerahan KUA-PPAS APBD 2026 di gedung DPRD Parepare, Selasa ( 04/11/2025).

Pertemuan antara DPRD dan pemerintah kota Parepare yang menghadirkan Walikota Parepare, H. Tasming Hamid dan Wakil Walikota, Hermanto beserta sejumlah pejabat Pemkot digelar secara tertutup di ruang Paripurna DPRD, sehingga tidak diketahui pembicaraan kedua pihak.

Kendati pertemuan tersebut bukan merupakan agenda Interpelasi, namun usai pertemuan , Ketua DPRD Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir menjelaskan kepada wartawan, jika pertemuan tersebut menyinggung agenda Interpelasi, dan Walikota Parepare menjelaskan 6 poin yang akan diajukan dalam Interpelasi .

“Jawaban Walikota tadi dianggap menjawab enam poin interpelasi dihadapan mayoritas anggota DPRD, terutama dari pengusul interpelasi,” terang Kaharuddin.

Lebih jauh dijelaskan, usulan interpelasi sebenarnya adalah kebutuhan akan komunikasi yang terang. Namun dalam rapat koordinasi ini telah membuka jalan keluar dari kebuntuan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

DPRD dan Pemerintah Kota Parepare sepakat untuk menggelar rapat koordinasi rutin setiap tiga bulan, di luar rapat khusus yang membahas enam materi interpelasi.

“Kami anggap interpelasi ini sudah selesai, tapi tetap akan ditindaklanjuti oleh Wali Kota dalam bentuk pencermatan dan evaluasi kebijakan,” ujar Kaharuddin.

Terpisah, sekretaris LSM Fokus, Mutashim Arief Fasih atau akrab disapa Acing, menyoroti sikap ketua DPRD, secara tiba tiba mengeluarkan pernyataan jika Interpelasi yang diajukan beberapa anggota DPRD Parepare sudah selesai.

“Ini patut dipertanyakan jika interpelasi itu sudah selesai. Sementara ada beberapa tahapan proses interpelasi belum dilalui. Ironisnya, agenda pertemuan tersebut hanya sebatas rapat koordinasi terkait penyerahan KUA-PPAS APBD 2026, kenapa poin poin interpelasi dibahas disitu. Dengan mudahnya disimpulkan selesai,” ujar Acing sore tadi saat di temui di Masjid Tarbiyah Selasa (04/11/2025)

LSM Fokus, kata Acing, akan melakukan investigasi terkait interpelasi yang sudah mulai beberapa tahap, namun disimpulkan selesai tanpa mekanisme dan aturan Interpelasi.

Ditempat yang sama Walikota Lumbung Informasi Rakyat ( LIRA ), Ruslan Amin menyesalkan sikap DPRD tersebut dan itu merupakan akrobat politik yang sangat buruk dipertontonkan didepan masyarakat Parepare.

“Apa yang dikhawatirkan oleh beberapa warga Parepare, jika wacana Interpelasi yang digulirkan adalah modus transaksional untuk kepentingan oknum legislatif adalah, sangat mendekati kebenaran,” kata Ruslan.

Sikap DPRD menggulir Interpelasi kemudian disimpulkan selesai tanpa melalui tahapan, patut dicurigai adanya permufakatan jahat antara Legislatif dengan eksekutif. Sehingga Ruslan meminta APH turun tangan melakukan penyelidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *