PARE-PARE – BERITA REVOLUSI ~ Proses pendaftaran ulang Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk SMP di kota Parepare dijadwal akan berakhir pada tanggal 11 juni 2026, berpotensi terjadi transaksional atau jatah jatahan.
Praktik jual beli jatah (kursi) pada masa daftar ulang PPDB memiliki potensi dan celah ini biasanya dimanfaatkan oknum tertentu ketika ada calon siswa yang tidak lolos seleksi namun bersedia membayar sejumlah uang agar bisa masuk mengisi kuota.
Modusnya, saat berakhir pendaftaran ulang, sekolah lazim tidak mengumumkan secara transparan jumlah pasti siswa yang mengundurkan diri. Kuota kosong sisa pendaftar lulus, namun tidak melakukan daftar ulang inilah kemudian menjadi jatah oknum tertentu yang punya pengaruh kemudian di delegasikan ke pihak lain.
Intervensi orang dalam yang memanfaatkan celah pendaftaran ulang, biasanya menekan kepala Sekolah untuk menyisakan kuota kosong karena adanya siswa mengundurkan diri atau tidak mendaftar.
Kepala UPTD SMP Negeri 1 Parepare, Dra. Hj. Sri Enyludfiah, M.Pd membenarkan adanya potensi oknum tertentu memungut tarif dengan menjanjikan calon siswa di terima di SMP Negeri 1 Parepare.
” Tadi ada orang tua siswa datang menghadap saya, katanya disuruh oleh seseorang untuk mendaftar ulang karena dinyatakan lulus, namun dari data kami terima, yang bersangkutan tidak lulus,” kata Sri Enyludfiah kepada media ini, Senin, 9 Juni 2026.
Ia mengatakan, saat orang tua tersebut dimintai keterangannya mengenai oknum yang menyatakan anaknya diterima SMP Negeri 1, hanya diam dan belum bersedia membeberkan nama oknum tersebut.
” Saat saya tanya, apakah ibu membayar sejumlah uang sehingga dijanjikan lulus, dia tidak mau menjawab,” ujar Sri.
Sri Enyludfiah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai siapapun yang menjanjikan masuk di SMP Negeri 1 Parepare jika tidak lulus seleksi.
” Kami tetap berjalan sesuai mekanisme PPDB, SMP Negeri 1 akab menampung 352 siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Tidak ada penambahan. Sementara siswa yang mengundurkan diri, akan transparansikan. Kalau pengalaman tahun kemarin, tidak sampai sepuluh orang,” mengundurkan diri,” katanya.




