Proyek Revitalisasi Sekolah Diduga Diperjual Belikan

PARE PARE — BERITA REVOLUSI ~ Pekerjaan rehab dan Pembangunan gedung Sekolah di Parepare melalui proyek bantuan Revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di duga diperjual belikan kepada pihak lain untuk dikerjakan.

Indikasi terjadinya ya dugaan pekerjaan proyek revitalisasi dijual ke pihak lain, ini ditandai sejumlah sekolah menunjuk orang sebagai pelaksana yang memiliki latar belakang sebagai kontraktor.

Modusnya, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan ( P2SP ) melakukan rapat dan menetapkan salah seorang sebagai pelaksana pembangunan. Ironisnya, menurut pengakuan salah satu komite sekolah yang tidak mau dipublikasikan identitasnya mengaku jika pelaksana proyek sudah ditetapkan sebelumnya tanpa pelibatan komite untuk mencari warga setempat.

“Seharusnya yang dipilih sebagai ketua pelaksana pembangunan dan tukang adalah warga sekitar sekolah. Tapi yang dipilih ini adalah orang luar, bukan warga sekitar sekolah,” kata salah satu komite sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare, Makmur Husain membenarkan jika Proyek revitalisasi bantuan sekolah (sarana dan prasarana) bersifat swakelola.

“Dana disalurkan langsung oleh kementerian ke sekolah penerima bantuan program Revitalisasi satuan pendidikan tanpa melalui Dinas Pendidikan. Namun kami tetap melakukan monitoring. Terkait adanya info jika Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor akan kami telusuri,” kata Makmur.

Kepala UPTD SD Negeri 30 Parepare, Ria Indrawati mengaku jika Proyek rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan WC yang bersumber dari dana program Revitalisasi satuan pendidikan Tahun anggaran 2025 dikerjakan pihak lain. ” Yang kerjakan namanya pak Bakri,” pesan singkat Ria Indrawati via WhatsApp, siang tadi, Selasa (30/9/2025).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *