PAREPARE — BERITA REVOLUSI ~ Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, meninjau langsung pekerjaan Normalisasi Sungai Lauleng, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang. Minggu (08/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Parepare dalam mengantisipasi potensi banjir akibat luapan air di musim penghujan.
Tasming Hamid turun langsung meninjau kegiatan Normalisasi dan pengerukan sungai lauleng, didampingi jajaran Dinas PUPR, Asisten 1, Camat Soreang, Lurah Bukit Harapan, Ketua LPMK dan sejumlah ketua RW dan RT.
“Kita pantau bagaimana hasil daripada pengerukan yang dilakukan oleh teman-teman dari Dinas PUPR,” ujar Tasming Hamid, sesaat setelah mengunjungi bencana kebakaran yang melanda warga kelurahan Watang Soreang.
Program normalisasi sungai ini telah berlangsung selama empat hari, dimulai dari hulu depan SMPN 6 sampai hilir batas Parepare-Pinrang.
Tujuannya, untuk memastikan aliran air tetap lancar, menghindari penyumbatan, dan mengurangi risiko genangan maupun banjir di kawasan padat penduduk.
Tasming Hamid menegaskan, langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari visi dan misi pemerintahan Kota Parepare dalam menata ruang serta mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini merupakan tindak lanjut dari visi dan misi kami yang menekankan pentingnya penataan ruang dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah banjir. Pemerintah Kota Parepare akan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Parepare Bebas Banjir,” tegas mantan Anggota DPRD dua periode itu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas PUPR Kota Parepare, Irwan, S.ST., MSP mengatakan kegiatan pembersihan sungai dari hulu hingga hilir ini, dengan volume kurang lebih 1,6Km merupakan pekerjaan normalisasi sungai yang dilakukan secara menyeluruh oleh Pemkot Parepare, terutama setelah banjir besar yang melanda kota tersebut pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Adapun kegiatan normalisasi sungai tersebut, katanya, mencakup panjang total 1,6km yang terbagi dalam dua segmen.
“Pembersihan dari hulu hingga ke hilir sungai ini dilakukan menggunakan dua unit excavator agar pekerjaan berjalan maksimal dan tidak terkendala kondisi medan,” katanya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Camat Soreang, Hj. Andi Nurpati Katoe, SKM menekankan kepada warga sekitar agar senantiasa menjaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah di sungai.
Masyarakat dihimbau untuk selalu bisa menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sebab sampah yang dibuang ke sungai selain menyumbat aliran air, juga bisa menimbulkan banjir.
“Kita selalu menghimbau warga untuk tidak membuang sampah ke sungai, sebab dapat merugikan masyarakat nantinya. Jika kesadaran ini bisa diwujudkan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, maka tidak perlu merasa was-was ketika hujan,” Ujar Ibu Camat yang dikenal sangat disiplin dan bermasyarakat terhadap warganya. (A2)





